Upaya AC Milan Gaet Manuel Akanji Terganjal Isyarat Penolakan

Klub raksasa Serie A, AC Milan, dikabarkan menghadapi kendala serius dalam upaya mereka merekrut bek tengah Borussia Dortmund, Manuel Akanji. Kabar terbaru mengindikasikan bahwa pemain internasional Swiss tersebut tidak tertarik untuk bergabung dengan skuad Rossoneri, memicu kekecewaan di kubu San Siro yang sangat membutuhkan penguatan lini belakang.
Dengan kontraknya di Dortmund yang akan berakhir pada musim panas 2023, Akanji menjadi salah satu target panas di bursa transfer, terutama bagi klub-klub yang mencari bek berpengalaman dengan harga relatif terjangkau. Milan, yang kini tengah berjuang memperebutkan Scudetto dan berencana kembali berlaga di Liga Champions musim depan, melihat Akanji sebagai solusi ideal untuk menambah kedalaman dan kualitas pertahanan mereka, menyusul masalah cedera yang menimpa Simon Kjaer dan ketidakpastian masa depan Alessio Romagnoli.
Kendala Negosiasi dan Prioritas Sang Pemain
Minat Milan terhadap Akanji bukanlah rahasia lagi. Direktur Olahraga Paolo Maldini dan Ricky Massara telah melakukan kontak awal dengan perwakilan sang pemain untuk menjajaki kemungkinan transfer. Namun, laporan dari beberapa media ternama di Italia dan Jerman menyebutkan bahwa Akanji memiliki pandangan berbeda mengenai masa depannya.
Menurut sumber-sumber tersebut, Akanji memprioritaskan proyek yang menawarkan tantangan lebih tinggi dan peluang bermain di kompetisi papan atas secara reguler. Ada indikasi kuat bahwa sang bek berusia 26 tahun tersebut lebih tertarik untuk menjajal kemampuannya di liga lain, khususnya Premier League Inggris, yang dianggapnya lebih kompetitif dan menjanjikan dari segi finansial maupun profesional.
Beberapa sumber terdekat dengan sang pemain mengindikasikan bahwa Akanji memprioritaskan proyek yang menawarkan tantangan lebih tinggi dan peluang bermain di kompetisi papan atas secara reguler. Klub-klub Premier League disebut-sebut lebih menarik perhatiannya dibandingkan tawaran dari Milan, meskipun Rossoneri kini memimpin perburuan Scudetto. Ini bukan tentang meremehkan Milan, tetapi lebih pada ambisi pribadi Akanji.
Faktor finansial juga disebut-sebut menjadi pertimbangan. Gaji yang ditawarkan oleh beberapa klub Premier League kemungkinan besar lebih menggiurkan dibandingkan yang dapat disediakan oleh Milan, mengingat struktur gaji Rossoneri yang cenderung lebih konservatif dalam beberapa tahun terakhir. Keinginan Akanji untuk bermain di kompetisi Eropa level tertinggi secara konsisten juga menjadi daya tarik yang kuat, sebuah kepastian yang mungkin belum bisa sepenuhnya dijamin Milan, meskipun mereka berada di jalur yang benar.
Dampak pada Strategi Transfer Rossoneri
Penolakan tersirat dari Manuel Akanji ini tentu menjadi pukulan bagi Milan. Rossoneri, yang telah mengidentifikasi bek tengah sebagai salah satu area prioritas untuk penguatan, kini harus mengalihkan fokus mereka pada target lain. Dengan Alessio Romagnoli yang kontraknya akan habis di akhir musim dan belum ada kesepakatan perpanjangan, serta usia Simon Kjaer yang semakin menua pasca-cedera serius, kebutuhan akan bek tengah baru menjadi sangat mendesak.
Pada 31 August 2025, spekulasi mengenai alternatif Akanji mulai bermunculan. Nama Sven Botman dari Lille, yang sudah lama dikaitkan dengan Rossoneri, kemungkinan besar akan kembali menjadi prioritas utama. Selain Botman, beberapa nama lain seperti Gleison Bremer (Torino) dan Nikola Milenkovic (Fiorentina) juga disebut-sebut masuk dalam daftar pantauan Milan.
Manajemen Milan kini dihadapkan pada tantangan untuk segera menemukan bek berkualitas yang sesuai dengan profil klub dan skema permainan Stefano Pioli, sekaligus tetap realistis dengan kondisi finansial. Kegagalan merekrut Akanji menjadi pengingat bahwa bursa transfer adalah arena persaingan ketat, di mana ambisi pemain dan daya tarik liga seringkali menjadi penentu akhir.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda